Asuransi Sebagai Perlindungan Keluarga

Salah satu kebahagiaan mempunyai keluarga adalah menghabiskan waktu bersama dan melakukan banyak hal. Anda juga bisa melihat anak Anda tumbuh besar dan bahagia. Tetapi Anda harus berpikir bagaimana cara melindungi keluarga Anda. Perlindungan keluarga dapat diakses dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan menggunakan asuransi. Ada banyak asuransi yang bisa Anda gunakan demi melindungi keluarga. Berikut kriteria memilih asuransi yang mungkin cocok untuk Anda!

1. Cari premi minimal dengan manfaat maksimal

Banyak masyarakat menggunakan premi yang dan juga dengan manfaat yang maksimal sedangkan Anda hanya mempunyai budget yang pas-pasan. Kalau begitu carilah premi minimal tetapi dengan pertanggungan yang diberikan juga maksimal. Walau dengan nilai premi yang tidak besar. Anda tak perlu khawatir soal pertanggungan akan tidak maksimal karena semua sudah tertera dan ada aturannya. Perlindungan keluarga juga harus diperkirakan berapa yangakan keluar setiap bulannya.

2. Bisa digunakan seluruh keluarga

Saat memilih asuransi, pilihlah yang bisa diikuti oleh seluruh anggota keluarga termasuk bayi berusia 30 hari. Akan menjadi percuma saja jika hanya orangtua yang mempunyai asuransi sedangkan anak-anaknya tidak. Untuk perlindungan keluarga hal ini sangat dibutuhkan.

3. Pilih yang dapat digunakan dengan mudah

Ada banyak perusahaan asuransi di luar sana yang susah untuk menyutujui ajuan Anda. Sangat disayangkan bila manfaat asuransi tidak bisa digunakan pada saat yang dibutuhkan. Pilih juga yang peng-aplikasiannya mudah karena ada beberapa kasus di mana sangat sulit prosesnya padahal Anda sangat membutuhkan sebagai perlindungan keluarga.

4.  Asuransi dapat berlaku dimanapun dan kapanpun

Kriteria satu ini sangat wajib untuk dipenuhi karena Anda tidak akan pernah tahu dimana dan kapan musibah akan tiba. Jangan sampai asuransi sudah dibeli malah tak berlaku dibanyak daerah, Anda akan sangat dirugikan.

Perlindungan keluarga sangat diperlukan untuk melindungi orang-orang yang disayangi. Gunakanlah asuransi pas dan cocok bagi Anda dan keluarga agar merasa tenang dan bahagia menjalani waktu bersama keluarga.

Fungsi dan Peran Pendidikan Keluarga

Tugas utama orangtua untuk mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang cerdas dan pintar terutama di luar sekolah. Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama anak menerima pendidikan sebelum masuk ke jenjang sekolah. Pendidikan keluarga yang baik akan membuat anak menjadi pribadi hebat secara sikap dan mental, Keluarga adalah tempat belajar untuk anak maka dari itu keluarga harus mencontohkan sikap yang baik pada anak karena keluarga adalah wadah bernaung anak untuk belajar mengambil sikap dan keputusan yang benar. Berikut ini fungsi dan peran pendidikan yang bisa membantu Anda untuk lebih mengerti tentang anak.

1. Pengalaman pertama masa kanak-kanak

Dalam lingkungan keluarga anak dididik sejak masih kecil, Hal ini harus dipahami oleh orangtua bagaimana untuk memberikan pendidikan keluarga dengan benar agar kedepannya si anak menjadi pribadi yang baik dan mengerti tenang lingkungan sekitarnya terutama lingkungan keluarga dan agar masa depan anak juga menjadi lebih terjamin.

2. Menanamkaan pendidikan moral

Anak akan dengan mudahnya mencontoh perilaku orangtuanya. Karena itu orangtua adalah panutan bagi anak-anaknya. Pendidikan keluarga sangatlah mempengaruhi manner dan attitude anak dalam berperilaku. Jadilah orangtua yang teladan agar anak juga tidak melenceng dan tahu cara bersikap sopan terhadap orang lain.

3. Memberikan dasar pendidikan sosial

Kesadaran sosial adalah salah satu faktor membangun sikap peduli terhadap orang lain. Pendidikan keluarga sangat dibutuhkan dalam hal ini, tidak usah jauh-jauh contohkan lah sikap peduli terhadap anak maka anak juga akan peduli terhadap orangtua dan lingkungannya. Dengan sendirinya anak sadar bahwa sangat penting untuk peduli satu sama lainnya. Anak akan suka menolong dan bergotong royong membantu orang yang membutuhkan.

4. Memberikan pendidikan agama

Masa kanak-kanak adalah masa di mana gampang untuk menyerap dan mencontoh banyak hal. Salah satunya pendidikan agama, cobalah untuk mengajak anak pergi ke masjid atau gereja dan belajar kitab suci. Jika orang terdekat anak akan lebih memahami tentang agama yang dipeluknya. Pendidikan keluarga seperti ini dibutuhkan untuk mendalami agama agar tak salah kaprah.

Terntaya pendidikan secara non-formal memang diperlukan tetapi pendidikan formal harus dinomor satukan. Pendidikan keluarga tak mengeluarkan biaya sedikitpun berbeda dengan pendidikan formal yang mengeluarkan banyak biaya. Oleh karena itu, untuk buah hati sedia asuransi yang bisa menjamin masa depan. Kalau untuk anak, jangan pernah ragu untuk melakukan segalanya.

Pentingnya Komunikasi Dalam Lingkungan Keluarga

Komunikasi dalam lingkungan keluarga adalah kunci kebahagiaan. Berkomunikasi adalah cara untuk mengungkapkan perasaan seperti rasa emosional dan kasih sayang. Ada banyak cara untuk berkomunikasi. Ada keluarga yang ingin berbicara dengan tata krama dan ada juga keluarga yang berkomunikasi dengan santai. Tidak masalah jenis komunikasi apa yang digunakan asalkan terjalin terus dan adanya ikatan. Komunikasi bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin bakal terjadi dan malah menyebabkan masalah. Di bawah ini ada beberapa cara berkomunikasi dengan keluarga.  

1. Berkumpul dengan keluarga besar

Pada saat hari raya besar atau hari-hari tertentu anggota keluarga akan berkumpul seperti nenek, kakek, paman, bibi, keponakan dan sepupu. Pada saat inilah akan terjadi komunikasi dalam lingkungan keluarga. Dengan begitu Anda akan sadar bahwa setiap anggota keluarga mempunyai cara berinteraksi yang berbeda.

2. Berbagi pengalaman atau kegiatan sehari-hari

Terkadang kita terlalu sibuk di luar rumah sampai hanya memiliki waktu sedikit untuk keluarga. Namun, kita bisa mengakalinya dengan berbagi cerita satu sama lainnya. Berceritalah disaat waktu sarapan atau malam di mana Anda dan keluarga sedang benar-benar berkumpul. Lingkungan keluarga dengan komunikasi seperti ini akan memperhangat keakraban.

3. Pendidikan di rumah

Saat di rumah tentu Anda yang mengajari anak untuk belajar. Lingkungan keluarga hangat dibangun dengan cara komunikasi yang baik dan disaat seperti ini Anda boleh menggunakan bahasa informal agar antara anak dan orangtua tidak ada batasan yang membuat hubungan semakin akrab karena tujuan dari komunkasi ini adalah untuk memberikan pelajaran dan informasi pada anak.

4. Komunikasi jarak jauh

Saat sudah menjadi orang dewasa dan sudah memegang pekerjaan terkadang kita melupakan orangtua. Hal ini seperti ini bisa merusak lingkungan keluarga. Anda bisa menghubungi orangtua dengan skype atau hanya sekedar telepon. Tidak masalah untuk berkomunikasi jarak jauh asal hubungan tetap terjaga dengan baik.

Komunikasi adalah faktor penting terbentuknya lingkungan keluarga yang hangat dan harmonis. Bukan hanya komunikasi saja, lindungi juga keluarga dengan asuransi ini jenis apapun yang bisa membuat keluarga aman dan nyaman menjalani kehidupan. Masa depan keluarga juga menjadi terjamin dengan asuransi. Pahami keluarga Anda dengan melindunginya sebagai bentuk kasih sayang.

Tips Membangun Keluarga Harmonis

Keluarga yang harmonis adalah impian bagi semua keluarga dan pasangan. Keharmonisan keluarga akan membuat hubungan terasa nyaman dan bahagia karena adanya ikatan yang kuat antara anggota keluarga. Akan tetapi, untuk membangun keluarga yang harmonis tidaklah semudah yang dibayangkan. Harus adanya saling kepercayaan satu sama lainnya bukanlah hal mudah. Mungkin beberapa tips ini bisa membantu Anda untuk membuat keluarga harmonis.

1. Jujur satu sama lainnya

Untuk menjadi keluarga harmonis dibutuhkan sikap jujur. Jujur terhadap diri sendiri dan jujur kepada pasangan Anda. Kejujuran adalah kunci utama untuk membangun kepercayaan dalam berkeluarga. Katakanlah apa yang ingin Anda katakan walau sepahit apapun itu. Cobalah untuk menghindari kebohongan karena berbohong hanya akan membuat keluarga yang Anda bangun menjadi hancur.

2. Hilangkan sikap egois dan emosional

Bersikap emosional terhadap pasangan atau anggota keluarga lainnya hanya akan memperburuk masalah yang ada. Anda harus mencoba untuk mengalah tapi mengalah bukan berarti kalah. Bersikap tegaslah dalam menghadapi masalah dengan begitu impian keluarga harmonis bisa dicapai. Anda harus mencoba bersikap sabar, bisa saja Anda marah-marah dan pasangan Anda diam saja padahal dalam hatinya tersakiti. Oleh karena itu harus mejaga sikap dan omongan terhadap keluarga tercinta.

3. Utamakan kebersamaan keluarga

Bekerja keras memang boleh tetapi jangan sampai larut dan melupakan orang-orang tersayang yang menunggu Anda di rumah. Buatlah waktu bersama anak, istri, dan orangtua Anda agar mereka merasa disayangi dan agar selalu menjadi keluarga harmonis. Luangkanlah waktu beberapa jam saja untuk sekedar mengobrol dan bermain. Berbincanglah tentang banyak hal supaya keharmonisan selalu terjaga.

4. Lindungi keluarga tercinta dengan asuransi

Ada banyak hal buruk yang bisa menimpa Anda dan keluarga kapan dan dimana saja. Sakit, kecelakaan atau hal buruk lainnya yang mengancam keselamatan keluarga. Lantas apa yang harus dilakukan? Ada banyak yang bisa dilakukan, salah satunya dengan asuransi gunakanlah asuransi untuk melindungi keluarga Anda. Asuransi memberikan rasa tenang dan aman akan hal yang bisa saja terjadi, ditambah lagi Anda jadi tak perlu khawatir soal biaya untuk masa depan keluarga Anda. Menggunakan asuransi sama saja menjaga agar keluarga harmonis.

4 Hal yang Orangtua Wajib Lakukan Untuk Kesehatan Anak

Membesarkan anak adalah anugerah sekaligus pekerjaan yang sulit bagi orangtua. Apalagi untuk menjaga kesehatan anak tidaklah mudah. Anak-anak bisa terserang penyakit dengan mudah karena sistem imun yang masih belum cukup kuat. Ditambah anak-anak adalah makhluk yang tidak bisa diam dan aktif bergerak. Lingkungan juga mempunyai pengaruh yang besar bagi kesehatan anak. Sebagai orangtua, ini sudah menjadi tugas untuk mengurus anak agar tetap sehat. Intip 4 hal berikut untuk melindungi buah hati Anda!

1. Tanamkan tentang pentingnya kesehatan diri

Ada banyak hal yang Anda bisa ajarkan pada anak. Kesehatan anak memanglah nomor satu,maka dari itu tanamkanlah betapa pentingnya kesehatan diri sendiri pada anak. Mulailah mengajarkannya dengan menyuruh untuk mandi sehari dua kali, gosok gigi pagi dan malam, mencuci muka, dan membersihkan ruangnnya sendiri secara rutin. Sangat penting bagi anak-anak untuk menjalankan hal-hal tersebut. Jika anak sudah bisa mengerjakannya maka anak akan disiplin soal kesehatan dan lainnya.

2. Pentingnya asupan nutrisi bagi anak

Sebagai orangtua tentunya Anda ingin anak diberi asupan nutrisi dan gizi yang tercukupi. Jika hal itu terpenuhi, tubuh anak akan terjaga dari berbagai penyakit dan sehat karena asupan karbohidrat, protein, gizi, dan nutrisinya tercukupi. Perhatikan juga proses memasaknya, gunakan metode memasak yang tidak banyak menggunakan banyak minyak seperti merebus, menumis dan mengkukus. Gunakan banyak bahan-bahan sayuran dan daging yang dimasak sesuai waktunya agar kandungan gizinya tak hilang. Jangan gunakan gula dan garam terlalu banyak dan atur seberapa banyak porsi anak untuk makan. Semua hal itu untuk menjaga kesehatan anak agar tak kurang atau kelebihan gizi.

3. Proteksi kesehatan anak dengan asuransi

Mungkin bagi banyak orang masih berpikir bahwa asuransi bagi anak itu terlalu dini tapi ini adalah hal yang penting bagi masa depan anak terutama kesehatan anak. Ada banyak resiko dalam hidup seperti sakit dan kecelakaan. Anda bisa memproteksi buah hati dengan asuransi pilihan terbaik. Jika anak sakit dan harus dirawat Anda jadi tak perlu khawatir karena pihak asuransi akan membantu. Cara semacam ini juga untuk melindungi masa depan anak.

4. Berikan imunisasi

Imunisasi sangat penting untuk kekebalan tubuh anak dan menjaganya dari berbagai macam penyakit yang bisa kapan saja menyerang. Imunisasi dilakukan dengan menyuntikan bagian lemah dari virus atau bakteri ke dalam tubuh yang nantinya akan memicu sistem kekebalan dalam tubuh anak. Kesehatan anak akan terjamin bila sudah melakukan vaksin atau imunisasi ini.

Intip 3 Kunci Keluarga Bahagia

Keluarga adalah hal penting dan menjadi prioritas utama bagi orang-orang. Keluarga adalah yang pertama, begitu kata orang. Kita selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga karenanya kita ingin memberikan kebahagiaan bagi keluarga. Kebahagiaan itu bukan untuk dicari tapi untuk dibuat. Percuma saja mencari banyak uang bagi keluarga tetapi sulit menemukan waktu bersama keluarga. Buatlah kebahagiaan dalam keluarga kecil Anda dengan 3 kunci keluarga bahagia di bawah berikut!

1. Nyaman satu sama lainnya

Kenyamanan adalah salah satu kunci keluarga bahagia. Kenyamanan adalah hal yang dibutuhkan oleh manusia maka dari itu dalam keluarga juga harus ada rasa nyaman satu sama lainnya. Terbukalah dan berikan manner dan attitude yang sopan dan sikap saling pengertian agar rasa nyaman itu timbul diantara para anggota keluarga.

2. Menghabiskan waktu bersama adalah prioritas

Terutama bagi keluarga yang sudah memiliki anak, buatlah jadwal untuk bermain bersama anak-anak. Seperti pergi ke berbagai tempat atau daerah setiap akhir pekan sambil belajar banyak hal dengan anak atau jika memiliki waktu lebih luang, Anda bisa bermain bersama anak setiap pulang kerja. Ajarkan anak banyak hal dan bukan hanya sekedar bermain saja karena waktu yang Anda miliki sangatlah berharga. Buatlah ikatan lebih dalam dengan anggota keluarga yang lain agar bisa mewujudkan keluarga bahagia.

3. Selalu sarapan dan makan malam bersama

Untuk membangun keluarga bahagia, sempatkanlah makan bersama. Terutama saat sarapan dan makan malam tiba. Ada begitu banyak cerita yang bisa dibagikan saat momen ini sedang terjadi. Komunikasi yang terjalin bisa saling mengeratkan ikatan antar keluarga. Kebahagiaan keluarga bisa terwujud jika Anda mampu membagi waktu untuk keluarga meski hanya untuk makan saja.

Keluarga bahagia hanya bisa diciptakan oleh keluarga itu sendiri. Keluarga bisa jadi harmonis karena ada dukungan sehingga timbul kenyamanan untuk bercerita. Namun, selain hal yang disebutkan di atas ada hal lain yang harus diprioritaskan. Seperti pentingnya kegunaan asuransi untuk hidup keluarga yang lebih aman dan jauh dari rasa khawatir yang dapat membuat hati lebih tenang menjalani waktu bersama keluarga. Ciptakanlah keluarga bahagia seperti tips di atas.

3 Hal Ini Dapat Meningkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga Anda

Memiliki keluarga yang sehat dan aktif adalah impian banyak orang tentunya. Keluarga sehat mencerminkan kesejahteraan keluarga. Kesehatan keluarga memberikan banyak manfaat, seperti banyak kegiatan yang dapat dilakukan bersama-sama. Dengan begitu bisa menghabiskan waktu bersama keluarga yang lebih baik. Namun, untuk memiliki keluarga yang sehat bukanlah hal yang mudah. Ada begitu banyak rintangan untuk menjaga agar anggota kelurga tetap sehat dan aktif tapi Anda bisa memberikan yang terbaik bagi keluarga jika Anda bisa menjaga hal-hal di bawah ini.

1. Menjaga Kebersihan

Faktor penting untuk menjaga kesehatan keluarga adalah mengutamakan kebersihan. Kebersihan sangat berkaitan erat dengan kesehatan. Banyak hal dan kegiatan yang bisa membuat lingkungan dalam keluarga tetap bersih. Diantaranya dengan mandi dua kali sehari, menempatkan tong sampah di setiap sudut ruangan terutama yang mempunyai anak-anak agar bisa mendisiplinkan mereka untuk membuang sampah pada tempatnya, membersihkan halaman rumah, dan Anda juga bisa membersihkan kamar mandi setiap minggunya dengan bergantian bersama anggota keluarga lainnya.

2. Asupan Nutrisi

Selain kebersihan, hal lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan keluarga adalah memberikan asupan gizi yang cukup. Terutama bagi ibu rumah tangga yang fokus utamanya adalah memberikan asupan sehat bagi anak dan suami. Anda bisa memberikan makanan yang direbus atau dipanggang dari pada digoreng agar kandungan gizinya tidak hilang. Yang terpenting saat memasak adalah mejaga kandungan protein, karbohidrat, protein, lemak tak jenuh, vitamin, dan serat tidak hilang dalam masakan yang telah dibuat. Penting juga untuk memberikan buah-buahan bagi keluarga Anda.

3. Olahraga Bersama

Cara lain menjaga kesehatan keluarga adalah dengan berolahraga rutin setiap harinya, setidaknya lakukanlah  30 menit sehari. Anda dan keluarga bisa lari pagi bersama atau melakukan olah raga ringan di rumah. Sangat penting untuk melakukan aktivitas fisik karena selain menjaga kebugaran bisa juga mencegah berbagai macam penyakit yang bisa saja menyerang tubuh dan menjaga kualitas tidur agar lebih nyaman dan nyenyak.

Ada banyak hal bisa dilakukan untuk melindungi keluarga tercinta. Bukan hanya hal tersebut tidak ada salahnya jika menggunakan asuransi sebagai cara melindungi keluarga tercinta. Ajaklah keluarga untuk meningkatkankan kualitas hidup dengan tetap konsen terhadap kesehatan keluarga.

Kesalahan Merencanakan Dana Pendidikan Anak Yang Umum Dilakuan

Tak ada yang bisa memungkiri bahwa adalah hal penting untuk merencanakan dana pendidikan seorang anak karena pendidikan yang baik akan membuat mereka hidup lebih baik dan sejahtera nantinya. Selain itu, biaya pendidikan yang semakin mahal setiap tahunnya, apalagi jika sekolah yang kita incar merupakan sekolah terbaik dengan sistem pendidikan internasional, maka itulah pentingnya merencanakan dana pendidikan. Saat ini banyak orang tua yang belum tahu pentinya hal itu padahal butuh waktu yang tidak sebentar untuk merencanakan hal itu karena masih banyak kebutuhan lain yang juga harus dipenuhi disaat yang bersamaan. Nah dibawah ini Mimtri telah merangkum ulasan tentang beberapa kesalahan dalam merencanakan biaya pendidikan bagi kalian yang akan menikah.

1. Terlambat Memulai

Terlambat disini sebetulnya bukan karena para orangtua tidak sadar akan pentingnya merencanakan uang pendidikan, tapi lebih kepada menunda. Seringkali gengsi menjadi penyebabnya, teman keluar negeri lalu iri dan ikut – ikutan, teman punya mobil baru akhirnya kita juga ikutan membeli, padahal sebelumnya telah ada rencana dan target yang harus dicapai untuk anak. Maka dari itu janganlah pernah menunda untuk memulai, jauhkanlah rasa gengsu agar kelak kebahagian anak bisa tercipta.

2. Tidak Memperhatikan Inflasi

Banyak orang salah dalam melakukan perencanaan pendidikan, karena tidak memperhatikan perkembangan atau kenaikan biaya utnuk pendidikan. Rata – rata inflasinya adalah sekitar 15% – 20% per tahun. Bahkan ada beberapa kampus atau sekolah yang menaikan harga sekitar 10% per semester atau setara dengan 21% per tahunnya. Akan jauh lebih rumit jika anak akan disekolahkan ke luar negeri karena ada perbedaan dari banyak faktor seperti mata uang dari negara tujuan, biaya hidup, dan biaya kesehatan.

3. Terlalu Sedikit Menabung

Menabung terlalu sedikit juga dapat membuat apa yang kita rencanakan menjadi tidak berarti. Misalkan sesuai dengan perhitungan seharusnya Anda menabung sekitar 5 juta setiap bulan, namun karena ada hal atau godaan lain maka hanya sekitar 3 juta yang dapat ditabung, ini tentunya akan membuat target yang kita rencanakan tercapai dalam waktu yang lebih lama.

4. Investasi Tanpa Rencana

Investasi memang mudah dilakukan namun disisi lain juga membutuhkan persiapan yang matang. Ketahui selak beluk produk investasi yang akan kita lakukan, berapa keuntungannya, berapa lama, dan jangan fokus di satu produk saja namun cobalah bermain di sektor lain yang juga menguntungkan.

Mengatur Gaji Bulanan Bagi Para Karyawan

Kegembiraan saat bekerja tentunya tidak bisa dipisahkan dari kepuasan setiap akhir bulan kita menerima gaji yang akan masuk ke rekening kita. Rasanya bangga sekali saat melihat hasil kerja keras kita sendiri dihargai dan yang kedua karena pasti kita merasa senang karena sudah bisa menghasilkan uang sendiri.Setelahnya pasti muncul keinginan untuk bersenang-senang yang bergelora. Ingin beli baju baru, makan enak, hingga ingin pergi traveling ke tempat yang gagal dituju selama ini dan tidak dapat ditunda lagi. Hal – hal itu akan membuat gaji kita hilang atau ludes sebelum akhir bulan sehingga pasti kita akan kerepotan dengan kebutuhan yang muncul di tanggal tua. Untuk itu simak yuk cara mengatur gaji bulanan buat kalian para karyawan.

1. Meredam Keinginan

Jangan pernah merasa kaya saat mendapat gaji, karena itu akan membuat kita merasa dapat membeli segala sesuatunya sehingga tanpa sadar kita menggunakan uang yang kita miliki untuk hal yang tidak semestinya. Bedakanlah keinginan dan kebutuhan agar kebutuhan yang memang harus dipenuhi dapat terpenuhi dan jika memang masih ada budget barulah kita boleh menggunakannya untuk memuaskan keinginan namun tidak boleh berlebihan. Memang susah, tapi mengatur gaji dapat dilakukan jika kita mempunyai niat dan tujuan yang akan kita capai.

2. Menabung Saat Gajian

Masih banyak orang yang menabung dari sisa gaji bukan saat awal bulan, padahal cara menabung yang benar dan baik adalah dengan menabung saat kita menerima gajii kita. Bukalah rekening tahapan berjangka yang dapat secara otomatis menarik uang dari rekening pribadi kita setiap bulan sehingga kita tidak perlu lagi secara manual menyisihkan gaji. Besarannya juga disesuaikan dengan penghasilan kita, jika gaji semakin besar maka nominal yang ditabung juga harus semakin besar.

3. Targetkan Pengeluaran Mingguan

Selain membuat anggaran, membuat target pengeluaran selama seminggu juga akan membantu kita untuk mengatur gaji agar tidak habis sebelum target yang kita inginkan. Bawalah uang secukupnya sehingga nanti kita dapat menahan diri untuk membeli yang tidak – tidak.

4. Hidup Sederhana

Memiliki teman sepergaulan yang kondisi atau kemampuan ekonominya rata – rata atau bahkan di bawah kita akan mengajarkan kita nilai – nilai kehidupan yang baik serta akan mengendalikan sifat konsumtif dalam diri kita. Melihat teman yang hidup sederhana pasti akan membuat kita tidak boros dan berfoya – foya.

Tips Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Muda

Bagi kalian pasangan yang baru saja menikah, janganlah terlena terlalu lama menjadi raja dan ratu semalam. Masih banyak persoalan rumah tangga yang wajib dihadapi, salah satunya adalah dalam masalah mengelola keuangan. Banyak pasangan suami – istri baru akan merasa kebingungan ketika berbicara mengenai pengelolaan keuangan pasca pernikahan yang mereka lakukan. Banyak yang mengira cara meengelola keuangan pada saat single dan setelah menikah adalah hal yang sama, padahal kenyataanya sangatlah berbeda. Hal itu disebabkan karena adanya perubahan cara atau pola berpikir tentang cara mengelola keuangan. Satu kesalahan, maka dijamin hari – hari kalian akan berantakan. Nah bagi kalian yang tidak mau kerepotan nantinya, yuk ikuti cara mengelola keuangan dibawah ini.

1. Tentukan Anggaran Bersama

Sebelum menikah, masing – masing orang memiliki pemasukan serta pengeluaran sendiri – sendiri, nah setelah menikah pastilah hal ini akan berubah karena pemasukan serta pengeluaran menjadi tanggung jawab dan miliki bersama. Untuk itu ada baiknya berdiskusi bersama – sama untuk membuat sebuah anggaran rumah tangga agar proses mengelola keuangan bisa berjalan dengan baik. Misalnya gaji suami bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti tagihan listrik, air, dan kebutuhan sehari – hari dan gaji istri untuk kebutuhan yang bersifat sekunder.

2. Penuhi Kebutuhan Prioritas Terlebih Dahulu

Setelah menikah memang banyak godaan untuk melakukan hal – hal menyenangkan seperti liburan, shopping furniture, dan lainnya. Padahal masih ada kebutuhan utama yang harus dipikirkan seperti listrik, belanja bulanan, bayar cicilan mobil atau rumah dan lain- lain. Untuk itu bedakan tingkat kebutuhan ke dalam beberapa pos seperti kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Bedakan juga antara kebutuhan dan keinginan untuk menghindari pengalokasian yang salah dalam mengelola keuangan.

3. Perencanaan Keuangan Sistem Satu Pintu

Kelebihan dari sistem satu pintu adalah kita akan menjadi lebih mudah dalam mengontrol serta mengatur arus keuangan karena bentuknya adalah sistem keuangan yang terpusat. Uang masuk dan keluar berasal dari satu rekening sehingga bisa diawasi secara bersama – sama, ini juga akan berguna jika kalian ingin membuat rancangan jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan cara ini maka pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik.

4. Menabung Dan Berinvestasi

Menabung adalah kewajiban bagi kalian kelaurga muda, hal ini karena kelak kalian akan mempunyai anak yang pasti membutuhkan biaya untuk sekolah, kesehatan, dan lainnya. Sisihkanlah minimal 10% dari penghasilan kalian dan jika memungkinkan maka lakukan juga investasi agar uang kalian bisa berkembang nantinya.