Kesalahan Merencanakan Dana Pendidikan Anak Yang Umum Dilakuan

Tak ada yang bisa memungkiri bahwa adalah hal penting untuk merencanakan dana pendidikan seorang anak karena pendidikan yang baik akan membuat mereka hidup lebih baik dan sejahtera nantinya. Selain itu, biaya pendidikan yang semakin mahal setiap tahunnya, apalagi jika sekolah yang kita incar merupakan sekolah terbaik dengan sistem pendidikan internasional, maka itulah pentingnya merencanakan dana pendidikan. Saat ini banyak orang tua yang belum tahu pentinya hal itu padahal butuh waktu yang tidak sebentar untuk merencanakan hal itu karena masih banyak kebutuhan lain yang juga harus dipenuhi disaat yang bersamaan. Nah dibawah ini Mimtri telah merangkum ulasan tentang beberapa kesalahan dalam merencanakan biaya pendidikan bagi kalian yang akan menikah.

1. Terlambat Memulai

Terlambat disini sebetulnya bukan karena para orangtua tidak sadar akan pentingnya merencanakan uang pendidikan, tapi lebih kepada menunda. Seringkali gengsi menjadi penyebabnya, teman keluar negeri lalu iri dan ikut – ikutan, teman punya mobil baru akhirnya kita juga ikutan membeli, padahal sebelumnya telah ada rencana dan target yang harus dicapai untuk anak. Maka dari itu janganlah pernah menunda untuk memulai, jauhkanlah rasa gengsu agar kelak kebahagian anak bisa tercipta.

2. Tidak Memperhatikan Inflasi

Banyak orang salah dalam melakukan perencanaan pendidikan, karena tidak memperhatikan perkembangan atau kenaikan biaya utnuk pendidikan. Rata – rata inflasinya adalah sekitar 15% – 20% per tahun. Bahkan ada beberapa kampus atau sekolah yang menaikan harga sekitar 10% per semester atau setara dengan 21% per tahunnya. Akan jauh lebih rumit jika anak akan disekolahkan ke luar negeri karena ada perbedaan dari banyak faktor seperti mata uang dari negara tujuan, biaya hidup, dan biaya kesehatan.

3. Terlalu Sedikit Menabung

Menabung terlalu sedikit juga dapat membuat apa yang kita rencanakan menjadi tidak berarti. Misalkan sesuai dengan perhitungan seharusnya Anda menabung sekitar 5 juta setiap bulan, namun karena ada hal atau godaan lain maka hanya sekitar 3 juta yang dapat ditabung, ini tentunya akan membuat target yang kita rencanakan tercapai dalam waktu yang lebih lama.

4. Investasi Tanpa Rencana

Investasi memang mudah dilakukan namun disisi lain juga membutuhkan persiapan yang matang. Ketahui selak beluk produk investasi yang akan kita lakukan, berapa keuntungannya, berapa lama, dan jangan fokus di satu produk saja namun cobalah bermain di sektor lain yang juga menguntungkan.

Mengatur Gaji Bulanan Bagi Para Karyawan

Kegembiraan saat bekerja tentunya tidak bisa dipisahkan dari kepuasan setiap akhir bulan kita menerima gaji yang akan masuk ke rekening kita. Rasanya bangga sekali saat melihat hasil kerja keras kita sendiri dihargai dan yang kedua karena pasti kita merasa senang karena sudah bisa menghasilkan uang sendiri.Setelahnya pasti muncul keinginan untuk bersenang-senang yang bergelora. Ingin beli baju baru, makan enak, hingga ingin pergi traveling ke tempat yang gagal dituju selama ini dan tidak dapat ditunda lagi. Hal – hal itu akan membuat gaji kita hilang atau ludes sebelum akhir bulan sehingga pasti kita akan kerepotan dengan kebutuhan yang muncul di tanggal tua. Untuk itu simak yuk cara mengatur gaji bulanan buat kalian para karyawan.

1. Meredam Keinginan

Jangan pernah merasa kaya saat mendapat gaji, karena itu akan membuat kita merasa dapat membeli segala sesuatunya sehingga tanpa sadar kita menggunakan uang yang kita miliki untuk hal yang tidak semestinya. Bedakanlah keinginan dan kebutuhan agar kebutuhan yang memang harus dipenuhi dapat terpenuhi dan jika memang masih ada budget barulah kita boleh menggunakannya untuk memuaskan keinginan namun tidak boleh berlebihan. Memang susah, tapi mengatur gaji dapat dilakukan jika kita mempunyai niat dan tujuan yang akan kita capai.

2. Menabung Saat Gajian

Masih banyak orang yang menabung dari sisa gaji bukan saat awal bulan, padahal cara menabung yang benar dan baik adalah dengan menabung saat kita menerima gajii kita. Bukalah rekening tahapan berjangka yang dapat secara otomatis menarik uang dari rekening pribadi kita setiap bulan sehingga kita tidak perlu lagi secara manual menyisihkan gaji. Besarannya juga disesuaikan dengan penghasilan kita, jika gaji semakin besar maka nominal yang ditabung juga harus semakin besar.

3. Targetkan Pengeluaran Mingguan

Selain membuat anggaran, membuat target pengeluaran selama seminggu juga akan membantu kita untuk mengatur gaji agar tidak habis sebelum target yang kita inginkan. Bawalah uang secukupnya sehingga nanti kita dapat menahan diri untuk membeli yang tidak – tidak.

4. Hidup Sederhana

Memiliki teman sepergaulan yang kondisi atau kemampuan ekonominya rata – rata atau bahkan di bawah kita akan mengajarkan kita nilai – nilai kehidupan yang baik serta akan mengendalikan sifat konsumtif dalam diri kita. Melihat teman yang hidup sederhana pasti akan membuat kita tidak boros dan berfoya – foya.

Tips Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Muda

Bagi kalian pasangan yang baru saja menikah, janganlah terlena terlalu lama menjadi raja dan ratu semalam. Masih banyak persoalan rumah tangga yang wajib dihadapi, salah satunya adalah dalam masalah mengelola keuangan. Banyak pasangan suami – istri baru akan merasa kebingungan ketika berbicara mengenai pengelolaan keuangan pasca pernikahan yang mereka lakukan. Banyak yang mengira cara meengelola keuangan pada saat single dan setelah menikah adalah hal yang sama, padahal kenyataanya sangatlah berbeda. Hal itu disebabkan karena adanya perubahan cara atau pola berpikir tentang cara mengelola keuangan. Satu kesalahan, maka dijamin hari – hari kalian akan berantakan. Nah bagi kalian yang tidak mau kerepotan nantinya, yuk ikuti cara mengelola keuangan dibawah ini.

1. Tentukan Anggaran Bersama

Sebelum menikah, masing – masing orang memiliki pemasukan serta pengeluaran sendiri – sendiri, nah setelah menikah pastilah hal ini akan berubah karena pemasukan serta pengeluaran menjadi tanggung jawab dan miliki bersama. Untuk itu ada baiknya berdiskusi bersama – sama untuk membuat sebuah anggaran rumah tangga agar proses mengelola keuangan bisa berjalan dengan baik. Misalnya gaji suami bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti tagihan listrik, air, dan kebutuhan sehari – hari dan gaji istri untuk kebutuhan yang bersifat sekunder.

2. Penuhi Kebutuhan Prioritas Terlebih Dahulu

Setelah menikah memang banyak godaan untuk melakukan hal – hal menyenangkan seperti liburan, shopping furniture, dan lainnya. Padahal masih ada kebutuhan utama yang harus dipikirkan seperti listrik, belanja bulanan, bayar cicilan mobil atau rumah dan lain- lain. Untuk itu bedakan tingkat kebutuhan ke dalam beberapa pos seperti kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Bedakan juga antara kebutuhan dan keinginan untuk menghindari pengalokasian yang salah dalam mengelola keuangan.

3. Perencanaan Keuangan Sistem Satu Pintu

Kelebihan dari sistem satu pintu adalah kita akan menjadi lebih mudah dalam mengontrol serta mengatur arus keuangan karena bentuknya adalah sistem keuangan yang terpusat. Uang masuk dan keluar berasal dari satu rekening sehingga bisa diawasi secara bersama – sama, ini juga akan berguna jika kalian ingin membuat rancangan jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan cara ini maka pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik.

4. Menabung Dan Berinvestasi

Menabung adalah kewajiban bagi kalian kelaurga muda, hal ini karena kelak kalian akan mempunyai anak yang pasti membutuhkan biaya untuk sekolah, kesehatan, dan lainnya. Sisihkanlah minimal 10% dari penghasilan kalian dan jika memungkinkan maka lakukan juga investasi agar uang kalian bisa berkembang nantinya.

Tips Mengatur Keuangan Bagi Anak Muda

Dalam era globalisasi ini, mau tak mau memang kita harus belajar untuk membiasakan diri mengatur keuangan dengan baik supaya terbiasa dengan perubahan dan kondisi keuangan global yang cenderung tidak stabil selama beberapa tahun belakangan ini. Selain itu dengan mengatur keuangan sendiri, kita akan lebih disiplin dan pandai dalam menggunakan uang kita nantinya. Nah buat kalian anak muda terutama kalian yang akan segera masuk ke dalam dunia kuliah, mulailah untuk belajar mengatur keuangan kalian bahkan untuk hal – hal yang kecil sekalipun apalagi jika kalian adalah anak perantauan yang jauh dari rumah orangtua. Yuk ikuti tips dibawah ini agar kalian bisa mengatur keuangan dengan baik.

1. Susun Rencana Pengeluaran

Buatlah rencana pengeluaran yang baik seperti contohnya membuat anggaran pengeluaran yang akan kalian lakukan setiap bulannya. Sesuaikan dengan pemasukan yang kalian, dan bagi ke dalam beberapa pos seperti kebutuhan untuk makan, kuliah, transportasi, serta untuk tempat tinggal. Siapkan juga dana cadangan untuk hal – hal tidak terduga atau emergency seperti disaat kalian sakit atau untuk membeli kebutuhan yang sifatnya mendesak. Pisahkan uang untuk masing – masing pos tersebut agar aliran uang kalian bisa tetap terjaga.

2. Berani Katakan Tidak

Nah ini dia yang menjadi problem untuk anak muda sekarang ini. Diajak nongkrong ke tempat mahal oleh teman tapi sebetulnya tidak punya uang, namun tetap menerima karena kalah dengan gengsi. Buanglah jauh – jauh gengsi kalian agar kelak tidak kesusahan. Bersenang – senang boleh tapi jangan berlebihan, apalagi untuk hal yang menghabiskan uang kalian padahal hal tersebut tidak penting.

3. Bedakan Kebutuhan Dan Keinginan

Masih banyak yang tidak sadar bedanya kebutuhan dan keinginan, meskipun mirip tapi jika salah mengalokasikan uang kalian ke dua hal tadi, maka dampaknya akan sangat besar untuk kehidupan kalian. Kebutuhan adalah sesuatu yang sifatnya harus dipenuhi seperti contohnya makanan, pakaian, uang kuliah, dll. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang lebih bersifat psikologis yang tidak wajib untuk dipenuhi. Membedakan dua hal tadi memang penting terutama jika sedang mengatur keuangan.

4. Belajar Bisnis

Nah tips mengatur keuangan terakhir adalah dengan berbisnis. Banyak kalangan muda yang berbisnis sembari kuliah atau bekerja untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mulailah dari bisni yang sederhana dan diminati, lakukan market research dan tonjolkan perbedaan serta produk yang akan kalian jual dibanding produk yang sudah ada.

 

Pentingnya Perencanaan Finansial Bagi Yang Mau Berkeluarga

Siapa yang bilang cara – cara lama yang sifatnya jadul itu ketinggalan jaman, basi, dan sudah gak bisa buat digunakan lagi? Padahal kenyataanya masih banyak lho hal – hal lama yang sangat bermanfaat untuk diterapkan, terutama dalam hal perencanaan finansial. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa perencanaan finansial itu sangat penting terutama saat kita mau membangun keluarga. Tak heran banyak orang terutama mereka yang terlahir di generasi millennial, kesulitan dalam hal keuangan karena tidak merencanakan keuangan mereka dengan baik. Bagi kalian yang tidak ingin kesulitan nantinya, mari ikuti beberapa cara untuk perencanaan finansial yang bisa kalian ikuti.

1. Menabung

Meskipun menabung merupakan hal yang sederhana dan mudah untuk dilakukan, namun banyak orang yang sepertinya masih enggan dan tidak tahu cara menabung yang baik. Sisihkanlah minimal 10% dari pendapatan bulanan kalian untuk ditabung dan jika pendapatan bertambah maka nominal yang ditabung juga harus semakin besar. Ikutilah cara berfikir orang jaman dahulu bahwa menabung adalah sebuah kewajiban. Sedikit demi sedikit setiap hari atau bulan maka nantinya tabungan kalian akan semakin besar. Menabung juga merupakan perencanaan finansial yang mudah, dan sangat baik untuk dilakukan.

2. Beli Yang Bisa Dan Pantas Dibeli

Daripada menyewa sebuah hal lebih baik membelinya jika memang pantas dan berguna untuk masa depan nantinya. Ini akan membantu kita menghindari biaya sewa yang berubah – ubah serta membebaskan kita dari ketergantungan nantinya.

3. Investasi

Salah satu bentuk perencanaan finansial terbaik adalah dengan berinvestasi. Cobalah untuk melakukan investasi di sektor logam mulia seperti emas yang harganya stabil serta harga jualnya tinggi. Jika modal kalian lebih besar, maka lakukan investasi dengan membeli tanah atau properti yang harganya akan semakin naik terutama di kota – kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dll.

4. Jauhkan Gengsi

Mungkin salah satu penyebab orang malas menabung adalah karena takut tidak bisa memenuhi gengsi mereka sehari – hari. Teman beli handphone baru, ikut beli. Teman beli mobil baru, ngiri. Inilah yang harus dibuang jauh – jauh saat mulai merencanakan finansial. Beranilah untuk berkata tidak terutama dari berbagai hal yang tidak penting atau hanya berdasarkan keinginan sesaat. Gunakanlah uang untuk kebutuhan yang penting, bersenang – senang boleh tapi harus tahu batasannya.

Menjaga Perekonomian Keluarga Dengan Kebiasaan Menabung

Kegiatan menabung memang kelihatan sebagai kegiatan yang tidak terlalu berat untuk dilakukan. Tapi, buat kalian yang hobi berbelanja dan cenderung boros dalam melakukan pengeluaran, menabung seolah – olah ‘merampas’ uang yang ada dari dalam dompetmu. Mungkin kalian akan merasa bahwa uang simpanan menjadi berkurang karena kalian telah terbiasa untuk menghabiskan penghasilan yang kalian miliki. Inilah yang kadang membuat menabung terasa sangat berat padahal menabung adalah hal yang penting untuk dilakukan terutam bagi kalian yang telah berkeluarga. Perekonomian keluarga memang tidak boleh diatur sembarangan, karena akan mempengaruhi semua individu di dalam keluarga. Butuh perencanaan yang tepat dan cerdas serta eksekusi yang pas agar perekonomian keluarga bisa tetap stabil dan tidak terganggu dari hal – hal yang tidak diinginkan. Nah mari kita lihat di bawah cara menabung untuk memastikan perekonomian keluarga bisa tetap aman.

1. Membuka Rekening Tabungan Berjangka

Tabungan Berjangka atau terencana bisa dibilang sebagai salah satu solusi untuk mempersiapkan perekonomian keluarga agar kelak tetap aman dan terjamin. Dengan membuka rekening jenis ini, uang kalian akan ditarik secara otomatis dari rekening pribadi kalian atau lebih dikenal dengan nama sistem autodebet sehingga kalian tidak perlu repot – repot melakukan transfer atau setoran kepada bank yang bersangkutan. Ini akan menghindarkan kita dari penggunaan uang untuk tabungan dari hal yang tidak semestinya seperti menggunakannya untuk shopping atau kebutuhan yang tak terlalu penting lainnya.

2. Tetapkan Jumlah Tabungan

Jumlah tabungan juga perlu ditentukan agar nominal yang di simpan bisa sesuai dengan kemampuan dan tujuan kita. Misalkan per orang menabung minimal dari 500 ribu rupiah, maka fokus pada nominal tersebut bahkan akan lebih baik jika besaran nominalnya bertambah. Ini akan membantu perekonomian keluarga menjadi lebih baik.

3. Ajarkan Anak Untuk Menabung Sejak Kecil

Dengan membiasakan anak menabung sejak mereka kecil, maka anak akan mengatur keuangan mereka dengan lebih baik nantinya. Menabung juga mengajarkan anak untuk disiplin dan fokus dalam hidupnya sehingga dapat membangun masa depan mereka sendiri dengan baik nantinya.

Menjaga Ekonomi Pribadi Agar Tetap Stabil

Sadar atau tidak namun hampir beberapa kali dalam setahun banyak pekerja kasar atau buruh yang meminta kenaikan upah minimum, sehingga pada akhirnya pemerintah menaikan upah mereka agar setidaknya mereka sumringah dan dapat kembali bekerja. Bagi para buruh mungkin ini adalah hal yang melegakan, namun bagi kalangan pekerja kantoran, ada atau tidaknya kenaikan setiap tahunnya masih merupakan tanda Tanya atau sebuah hal yang tidak pasti. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang tidak stabil sehingga mau tak mau perusahaan harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menaikan gaji karyawan mereka. Bagi para pekerja yang hanya mengadalkan gaji dari kantor mereka saat ini, lebih baik mulai mencari penghasilan lain yang kelak dapat menjaga ekonomi pribadi mereka agar tetap stabil. Berikut ini adalah beberapa cara untuk membuat ekonomi pribadi bisa tetap terjaga terutama di saat akhir bulan.

1. Lakukan Pekerjaan Sampingan

Masih banyak orang Indonesia yang enggan menjalani pekerjaan sampingan karena kerap kali dianggap sebelah mata, padahal pendapatan dari bekerja sampingan dapat membantu ekonomi pribadi kita stabil sampai akhir bulan. Selama kita masih muda dan tubuh masih kuat untuk menjalankan berbagai macam aktivitas, tidak ada salahnya bekerja sedikit lebih keras agar kelak kita bisa menikmati hasil dari apa yang kita kerjakan. Bagi yang hobi menyetir atau jalan – jalan, bisa mencoba bekerja sebagai driver ojek online atau taksi online yang dalam sehari bisa mendapat 200- 300 ribu lho!

2. Sharing Tempat Tinggal

Ekonomi pribadi wajib dijaga dan diatur terutama bagi mereka yang hidup jauh dari orangtua atau kerabat dekat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan berbagi tempat tinggal dengan orang lain. Pastikan dari awal bahwa partner tempat kamu tinggal mengerti akan aturan dan etika tinggal bersama, adil dalam pembagian uang sewa dan kebutuhan bulanan seperti listrik, air, biaya perawatan, biaya sewa, dll. Ketahui juga latar belakang calon partner kamu untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

3. Hasilkan Uang Dari Hobi

Bagi kalian yang punya hobi dan mahir saat melakukannya seperti contohnya hobi fotografi, melukis, atau menulis, kalian bisa memanfaatkan hobi kalian untuk menghasilkan pundi – pundi rupiah. Buatlah sebuah portofolio atau blog yang menampilkan karya – karya kalian sehingga dapat dilihat oleh calon pembeli atau orang yang membutuhkan karya kalian. Ini akan

4. Menabung

Jangan pernah lupakan menabung karena dengan menabung maka Anda sama saja telah mempersiapkan masa depan yang baik untuk diri Anda serta keluarga nantinya. Sisihkan sebagian dari penghasilan kalian untuk ditabung agar ekonomi pribadi kalian bisa terjaga.

Tips Menstabilkan Kondisi Keuangan Untuk Mewujudkan Impian

Impian merupakan keinginan yang tertunda. Tak jarang yang memperjuangkannya hingga titik darah penghabisan untuk segera mewujudkannya. Salah satu faktor yang berperan cukup besar untuk hal tersebut adalah kondisi keuangan. Kondisi keuangan yang stabil tentu akan membawa Anda kepada pencapaian mimpi-mimpi yang lebih realistis lagi. Mau tahu bagaimana cara menggapainya? Simak ulasannya di bawah ini.

Ketahui Seberapa Pentingnya Uang

Sebelum menggapai mimpi-mimpi itu, tanyakan lagi kepada diri sendiri akan seberapa pentingnya uang bagi Anda. Apakah sulit dicari sehingga terasa sangat penting, atau cukup ‘enteng’ sehingga tidak begitu krusial. Setelah Anda mengetahui prioritas uang pada kehidupan, Anda akan lebih bisa menentukan strategi perencanaan keuangan apa yang tepat untuk digunakan kedepannya.

Tentukan Tujuan Mimpi Anda

Hal selanjutnya yang harus Anda ketahui untuk sukses menstabilkan kondisi keuangan adalah menentukan tujuan mimpi Anda. Dalam hal ini Anda bisa menentukan berapa lama estimasi waktu yang harus ditempuh untuk mencapai mimpi yang dimiliki. Misalnya, dalam tiga tahun kedepan Anda akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih Anda. Dengan membuat proyeksi semacam ini, Anda akan dapat lebih termotivasi dan tergerak untuk mewujudkannya.

Tahu Kapan Harus Bertindak

Setelah menentukan tujuan mimpi yang harus dicapai, selanjutnya Anda harus memiliki timing yang tepat untuk mulai merealisasikan semuanya. Hitunglah aset yang Anda miliki dulu pertama-tama. Setelah mengetahui, banding dan sesuaikan dengan mimpi Anda apakah cukup realistis untuk segera diwujudkan. Anda akan paham langkah apa yang harus diambil setelahnya untuk segera mencukupi kondisi keuangan yang dibutuhkan, seperti mencari penghasilan tambahan.

Tabunglah Sebanyak Mungkin dan Selagi Bisa

Siapa yang tak asing dengan menabung? Kegiatan bermanfaat ini sudah ditanamkan sejak dini oleh guru dan orang tua kita. Tak heran banyak yang membawanya hingga dewasa untuk merasakan manfaatnya. Hal ini juga dapat menjadi salah satu cara jitu untuk menstabilkan kondisi keuangan Anda. Oleh karena itu, tabunglah sebanyak mungkin hasil yang Anda dapatkan selagi bisa dan mampu sebelum ada kebutuhan mendesak yang mengharuskan untuk mengeluarkan banyak uang. Dengan begitu, Anda akan mempunyai simpanan lebih untuk mewujudkan mimpi-mimpi lebih segera lagi.

 

Ikuti Tips Ini Agar Kegiatan Menabung Menjadi Menyenangkan

Salah satu yang perlu diperhatikan dalam keuangan setiap manusia adalah menabnug. Kegiatan menabung sangatlah penting, pasalnya dengan memiliki uang tabungan anda bisa menghadapi kebutuhan mendadak yang mendesak dengan cepat. Bayangkan jika anda tidak memiliki tabungan sama sekali, maka saat anda membutuhkan dana dalam jumlah tertentu yang mendesak, anda harus meminjam uang sana sini yang akan menyulitkan anda di kemudian hari.

Namun kegiatan yang sangat penting ini terkadang sulit untuk dijalani, karena manusia akan selalu tergoda untuk menggunakan uang tersebut untuk memenuhi keinginannya kan suatu barang yang sifatnya tidak urgent, penting, dan harus dipenuhi. Terlebih jika anda merupakan keluarga muda, dimana akan memiliki tanggungjawab untuk membeli kebutuhan yang lebih. Melalui artikel ini, anda bisa mengetahui cara mengatur keuangan untuk keluarga muda. Mengingat keinginan manusia memang tidak terbatas, kegiatan menabung terkadang sulit untuk dilakukan. Namun sebenarnya ada beberapa tips untuk membuat kegiatan menabung menjadi kegiatan yang menyenangkan, berikut tipsnya.

Membuat Target Pencapaian

Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menentukan target uang yang ditabung perbulannya. Misalnya target yang anda tentukan adalah satu juta rupiah, maka rata rata perharinya anda harus menghemat dan menyisihkan uang sebesar tiga puluh tiga ribu rupiah. Dengan memiliki pandangan bahwa pada akhir bulan anda sudah mengumpulkan dana sebesar satu juta rupiah, anda akan merasa bersemangat untuk menyisihkan uang tersebut.

Jika anda bingung untuk menyisihkan uang harian tersebut, anda bisa menjalankan strategi berhemat. Contohnya dengan membawa bekal makan siang daripada harus membeli, memangkas dana untuk membeli rokok, dan cara-cara lainnya untuk menghemat pengeluaran anda.

Menabungkan Uang dalam Investasi Reksadana

Tips kedua agar kegiatan menabung menjadi menyenangkan ialah dengan menabungkan unag anda dalam investasi reksadana. Dengan menabungkan uang di investasi reksadana, anda tidak hanya menabung uang saja, namun sekaligus berinvestasi jangka panjang, dimana dalam kurun waktu dua hinga tiga tahun, tabungan anda akan memiliki jumlah yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Jika anda hanya menabung uang tersebut di bank, maka uang anda hanya tersimpan, terkena pajak dan terpengaruh oleh inflasi, namun jika anda menginvestasikannya pada reksadana, anda tidak perlu merasakan hal tersebut.

Itulah kedua tips agar kegiatan menabung anda menjadi menyenangkan. Semoga artikel ini menginspiraskan anda untuk menabung.

Cara Menghindari Krisis Keuangan

Krisis keuangan bukanlah hal yang diinginkan oleh siapapun. Penyebabnya berbagai macam, mulai dari hilangnya pekerjaan hingga kecerobohan individu. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan dan stabilitas keuangan seseorang. Lalu, apakah Anda akan berlarut-larut? Jika tidak, segeralah lakukan suatu aksi nyata agar segera keluar dari masalah ini. Berikut pemaparan caranya.

Tenangkan Diri Anda

Pada umumnya, saat seseorang mengalami krisis keuangan mereka akan merasa emosional. Tak jarang juga yang mengalami stress dan malah mengarah ke hal-hal yang negatif. Jika terus berlanjut, yang terjadi adalah waktu Anda akan terbuang begitu saja dengan sia-sia. Oleh karena itu, tenangkan diri Anda dengan sugesti positif dan selalu yakin bahwa fase ini akan berlalu. Karena perlu diingat bahwa hidup bagaikan roda, kadang di atas dan kadang di bawah.

Pikirkan Solusi Realistis

Jika Anda sudah merasa cukup tenang dan bisa fokus lagi, inilah saatnya untuk memikirkan apa solusi realistis terhadap krisis keuangan yang bisa segera dilakukan. Salah satu cara mudahnya adalah memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan utama dengan mengedepankannya terlebih dahulu. Lalu, hindari kebutuhan mendadak yang bertujuan untuk kesenangan semata. Dengan begitu, Anda bisa mengalokasikan dana yang terbatas untuk biaya menyambung hidup agar lebih tenang nantinya.

Analisis Masalah Keuangan

Tahap selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi krisis keuangan adalah dengan analisa. Dimulai dari menghitung jumlah dana yang tersedia hingga menyesuaikannya dengan masalah yang ada. Jika Anda sudah menemukan titik temu, barulah lakukan solusi realistis yang sebelumnya telah dipikirkan. Dengan begitu, strategi Anda akan lebih jitu lagi untuk menyelesaikannya.

Bangkit Dan Selamatkan Kondisi Keuangan Anda

Setelah Anda selesai melaukan analisa dan strategi-strategi kedepannya, inilah saatnya untuk bangkit dan mengatasi krisis keuangan tersebut. Agar tak berlarut-larut, Anda bisa memulainya dengan mencari pendapatan tambahan untuk membantu kondisi keuangan Anda agar stabil kembali. Tak lupa sesuai dengan pepatah ‘pengalaman adalah guru terbaik, Anda harus belajar untuk menghindari kesalahan mengatur keuangan yang sebelumnya pernah dilakukan. Jangan lupa untuk tetap semangat dan tak menyerah untuk mencoba melalui link ini!